JESUS DYNASTY

Pada bulan April 2006, sejalan dengan terbitnya buku Injil Yudas, terbit
juga buku kontroversial lainnya berjudul The Jesus Dynasty. Buku ini ditulis
James D. Tabor (Simon & Schuster) dan sudah masuk ke toko-toko buku besar di
Indonesia, dan pada bulan Februari 2007 diterbitkan oleh Gramedia dalam
terjemahan bahasa Indonesia sebagai ‘Dinasti Yesus.’ Beberapa hari lalu akhirnya gw baru berkesempatan menyelesaikan membaca buku ini (setelah sempat tertunda-tunda bbrp waktu lamanya) dan berikut… inilah sedikit-banyak yg gw bs resensikan dr penelaahan terhadap isi buku tersebut.

Seperti yang diceritakan menurut sumber 4 Injil, Yesus dilahirkan oleh Maria
ketika bertunangan dengan Yusuf dan ia memiliki 4 saudara/i (menurut tafsiran Alkitab). Ia kemudian
menjalankan perintah Bapa di surga ketika berumur sekitar 30 tahun setelah
dibaptiskan oleh Yohanes pembaptis. Sekitar 3 tahun kemudian ia dihukum mati
dengan disalib, lalu dikuburkan dan pada hari ketiga bangkit dari kematian
dan 40 hari kemudian naik ke surga.

Nah, menurut versi Tabor dalam bukunya itu, pada masa hidupnya, Yesus berada
dalam suasana kemelut politik dimana umat Israel sedang menunggu gerakan
messianis
untuk membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Yesus dan Yohanes
pembaptis bergabung dalam gerakan Messianis itu dan menjalankan dua peran
mesianik. Yohanes Pembaptis sebagai keturunan imam Harun, sedangkan Yesus
sebagai keturunan raja Daud
. Keduanya menjadi tokoh gerakan yang mendambakan
kedatangan Kerajaan Allah di bumi Israel.

Yesus dan Yohanes pembaptis mengajarkan Torat dan hukum Yahudi, namun misi
ini berubah ketika Yohanes dihukum mati. Setelah melalui masa
ketidak-pastian, Yesus mulai mengkotbahkan hal baru di Galilea dan menantang
kekuasaan Romawi. Ia mengangkat Dewan 12 murid yang masing-masing memerintah
ke-12 suku bangsa Israel. Termasuk di antara 12 itu adalah ke-4 saudara
Yesus.

Berlanjut. setelah Yesus disalib, saudaranya Yakobus mengambil alih kepemimpinan dari
Dinasti Yesus itu. Sebagaimana Yesus dan Yohanes Pembaptis, Yakobus juga
menganggap dirinya sebagai orang yahudi yang taat. Tidak seorangpun dari
ketiganya yang menganggap gerakan mereka sebagai agama baru.

Menurut Tabor, adalah Paulus yang kemudian mengubah gerakan Yesus menjadi
agama baru yang disebut Kristen
setelah ia memutuskan hubungan dengan
Yakobus dan pengikut Yesus lainnya. Yesus dikaburkan kemanusiaannya dan
Yohanes pembaptis dan Yakobus menjadi terlupakan. Sekalipun ajaran Yakobus
lebih dekat dengan ajaran Yesus, ia dikalahkan oleh Paulus.

James Tabor dalam buku Jesus Dynasty menggambarkan kekristenan awal yang
berbeda dengan kekristenan Injil dan menggambarkan adanya gerakan spiritual,
sosial dan politik pembebasan Yahudi yang dipimpin oleh satu dinasti yaitu
Dinasti Yesus.

Salah satu hal kontroversial dalam berita Yesus versi Tabor adalah bahwa
Yesus sekalipun dilahirkan oleh Maria, tetapi tidak berbapak Allah maupun
Yusuf tetapi lebih mungkin seorang serdadu Romawi bernama Pantera, atau
tepatnya Tiberius Julius Abdes Pantera
, dimana tentu berkaitan dengan nama
kaisar Tiberius (sesudah tahun 14) sedangkan nama Abdes Pantera berbau
yahudi.

Tabor menjelaskan bahwa Yusuf meninggal waktu Yesus hidup sehingga
menyebabkan Yesus menggantikannya sebagai kepala rumah tangga, dan ketika ia
mati disalib, Yakobus saudara tirinya menggantikannya.

Dalam memaparkan versinya mengenai Dinasti Yesus ini, Tabor lebih memberi
penekanan kepada text-Q (Quelle yang dalam bahasa Jerman berarti sumber)
yang keberadaannya bersifat hipotesa itu. Dalam hipotesa sumber Q, dipercaya
bahwa semua kitab Injil, termasuk kitab Markus yang dianggap Injil tertua,
menggunakan sumber Q sebagai salah satu sumber Injil.

Pemaparan Tabor dalam bukunya itu dikatakan sebagai dihasilkan usaha
penelitiannya atas naskah awal kekristenan dan juga ketika ia menemukan
beberapa kuburan dilembah Hinom. Kuburan (ossuary) merupakan kebiasaan yang
digunakan pada masa Yesus hidup untuk menyimpan tulang-belulang mereka yang
telah mati. Di salah satu kuburan ditemukan beberapa peti mati dimana
diantaranya tertera nama-nama terkenal yang ditulis dalam bahasa Aram, yaitu
a.l. Maria dan Salome.

Teori Tabor mengemukakan bahwa sebenarnya sejak abad-2 beredar tradisi
cerita tentang Pantera, nama seorang prajurit Romawi yang kuburannya
ditemukan di Jerman. Pantera itu dijadikan plesetan dari kata yunani
parthenos yang artinya perawan. Lantas merujuk juga pada abad tersebut tersiar kabar ttg seorang bernama Yeshua ben Pantera jg beredar sbg seorang peletak pondasi kekristenan.. Tabor menganggap nama tersebut tak lain merupakan Yesus sendiri.  Jadi sebenarnya nama Yeshua ben Pantera itu
bukan menyebut Yesus anak (seorang) perawan tetapi Yesus anak Pantera,
tentara itu.

Dalam mendukung teorinya mengenai dinasti Yesus, Tabor menyebut soal
penemuan peti mati pada tahun 2002 yang disebut sebagai petimati Yakobus,
saudara Yesus. Penemu peti mati itu bernama Oded Golan, tetapi ditahun 2003
ia telah diadili oleh pengadilan di Israel karena dituduh telah melakukan
pemalsuan dengan menuliskan nama itu kemudian di dinding petimati tersebut
.
Namun sekalipun demikian Tabor termasuk salah seorang yang ingin membenarkan
keberpihakkan pada Golan.

Dengan adanya penemuan kuburan keluarga dimana ditemukan peti mati dengan
nama Maria dan Yakobus dan berisi kain kafan. Tabor mempercayai kemungkinan
bahwa itu kuburan Dinasti Yesus dimana penemuan peti mati Yakobus tahun 2002
oleh Golan kemungkinan juga berasal dari sana.

Menarik bahwa menghadapi kritik terhadap metoda penelitian historisnya,
dalam Blog Tabor di internet (8 Juli 2006), ia sendiri mengkritik
cerita-cerita seperti mengenai Yesus yang berkelana ke Inggeris dengan
pamannya Yusuf dari Arimatea, Yesus yang belajar di Mesir atau India, Yesus
yang menikah dengan Maria Magdalena dan mempunyai anak, semuanya
dikatakannya sebagai legenda yang berada diluar sejarah dunia, … namun
sebaliknya dalam bukunya pun, tanpa sadar sebenarnya Tabor menebarkan legenda
baru yang sama fiktifnya demi popularitas dan uang.

Memang pada abad-2 ada tulisan Celcus, filsuf Yunani, yang menyebutkan bahwa
Yesus anak tentara romawi bernama Pantera, tetapi tulisan itu ditolak oleh
Origenes. Sejak teori pencurian mayat yang ditaburkan oleh orang Yahudi
(Matius 28:13), para pengikut teori kebohongan itu (yang tidak percaya
kebangkitan Yesus) berusaha menghadirkan legenda-legenda alternatif. Sekali
lagi seperti disebutkan pada bagian terdahulu, alternatif-alternatif selain
isi Injil Kanonik itu banyak sekali tetapi tidak pernah sepaham dan
selalu berbeda-beda.

Kalau kita cari tahu lebih lanjut, mengenai plesetan legenda Yesua ben Pantera yang diartikan Yesus anak
(seorang) perawan, ini mengingatkan kita akan buku Barbara Thiering (‘Jesus
the Man’
) yang memplesetkan Barrabas yang disalibkan sebagai memiliki arti
Bar-Abba (anak Bapa) yang maksudnya anak dari Yesus.

Humm setelah finish melahap buku Tabor ini, gw makin diteguhkan bahwa berita mengenai dua messias Yohanes dan Yesus sejatinya tidak didukung kitab Injil,
dan dinasti Yesus yang kuburannya ditemukan di Yerusalem tua juga lebih
merupakan spekulasi daripada kebenaran sejarah. Apalagi, Yesus yang disebut
sebagai mendirikan dinasti yang berkuasa di Israel bertentangan dengan isi
Injil dimana Yesus mengatakan: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini" (Yohanes
18:36).

Menarik dicermati jika kita termasuk org  yang senang membaca puluhan buku sekitar sejarah Yesus
dalam dua dasawarsa terakhir ini -minimal baca resensinya kali yach :p, menarik untuk membandingkan satu buku
dengan buku lainnya yang ternyata tidak seragam kesimpulannya dan bahkan
saling menyalahkan.

James M. Robinson (buku terbarunya: ‘Jesus: According to the Earliest
Witness’
), fellow
 dari Jesus Seminar dan editor utama buku ‘The Nag Hammady
Library’
yang terkenal itu, menanggapi Injil Yudas (yang diterjemahkan
Gramedia) menyebutkan, bahwa "Injil Yudas tidak akan menawarkan hal-hal baru
mengenai murid yang menghianati Yesus … bagaimanapun ada manfaatnya …
tidak menyediakan pengertian yang lebih besar atas Alkitab." Padahal, Bart
D. Ehrman, penulis ‘Misquoting Jesus’ (yang juga diterjemahkan Gramedia)
menyebut bahwa "Injil Yudas merupakan salah satu temuan paling besar yang
menyaingi Gulungan Laut Mati dan Injil Gnostik yang ditemukan di Nag
Hammadi."

(Humm ya mungkin itu memang sesuatu yg besar menurut Bart D Ehrman, tapi bila menelisik pd Alkitab sbg tolok ukur, nyatanya semua yg tertera pd injil Yudas tidak berkontradiksi apapun..)

Jesus Seminar membenarkan ucapan-ucapan Yesus dalam Injil dan bahkan berani
memutuskan (melalui voting) yang mana ucapan yang asli diucapkan Yesus yang
mana tidak (‘The Five Gospel‘). Bart Ehrman sebaliknya dalam ‘Misquoting
Jesus’
menyimpulkan bahwa semua ucapan Yesus itu tidak benar karena mengalami kesalahan-kesalahan salinan yg telah berjalan berabad-abad lamanya.

Dikalangan milis Islib, menarik mengamati adanya polemik dimana ada yang
memuji thesis Barbara Thiering dengan tehnik Pesher-nya yang menulis buku
‘Jesus The Man’ (di Australia diterbitkan sebagai ‘Jesus and the Ridlle of
the Dead Sea Scrolls’
), padahal thesis itu ditolak oleh penganut Jesus
Seminar dalam milis yang sama.

Bandingkan juga, dikala dongeng Nicholas Notovitch (‘The Life of the Holy Issa’) yang diimani
jemaat Ahmadyah (‘Nabi Isa, Dari Palestina ke Kashmir’) dan Anand Krishna
(‘Isa: Hidup dan Ajaran Sang Mahisa’) menyebut bahwa Yesus kawin dan mati di
Kashmir dan kuburannya ada di Srinagar, James Tabor mengkritiknya sebagai legenda diluar sejarah bahkan mengkritrik juga teori khayal mengenai Yesus yang beristeri Maria Magdalena dan memiliki keturunan yang dipopulerkan buku ‘Holy Blood, Holy Grail’ dan ‘The Da Vinci Code.’

Pada umumnya buku-buku sensasi demikian menurut Luke Timothy Johnson (’The
Real Jesus: The Misguided Quest for the Historical Jesus and the Truth of
the Traditional Gospels’
) cenderung memiliki kesamaan, yaitu: (1)
Ditekankannya keabsahan ilmiah buku dibanding pengajaran gereja; (2)
Menawarkan ajaran baru yang tidak dikenal / ditolak gereja; (3) Kebenaran
Injil ditawarkan menurut gengsi penyelidikan sejarah yang biasanya dilihat
dari sumber-sumber- luar; (4) Ditonjolkannya kesan isi buku yang provokatip;
dan (5) Buku mempunyai maksud agar kekristenan menguji kembali atau bahkan
mengubah ajaran-ajaran gereja yang tradisional.

Sayang sekali bahwa dalam dua terakhir ini, Gramedia penerbit buku utama
itu tergiur juga menerbitkan terjemahan buku sensasi yang berpotensi
menimbulkan keresahan SARA seperti Injil Yudas, Misquoting Jesus dan Jesus
Dynasty
, tapi tidak menerbitkan terjemahan buku-buku berbobot yang
meneguhkan sejarah Yesus seperti karya-karya NT Wright, Graig Evans, Luke
Timothy Johnson, Stephen Evans, Graham Stanton, Ben Werrington, dan banyak
lainnya, yang sebenarnya memberi perimbangan informasi yang menguatkan
sejarah Yesus dalam Injil. Kehidupan iman seseorang dipengaruhi apa yang
didengarnya dan buku apa yang dibacanya.

Akhirnya, dari buku-buku demikian dan khususnya yang baru terbit ‘Jesus
Dynasty’
 dalam terjemahan bahasa Indonesia karya James D Tabor itu, kita dapat menyimpulkan kembali, bahwa selama begitu banyak beredar buku-buku cerita sensasi yg berbeda-beda isinya dan tidak sepaham, berusaha mengkontradiksikan diri terhadap keabsahan Alkitab, maka berita  Injil
Kanonik Alkitab tetap bisa dipercaya sebagai bersejarah
.

5 Responses to “JESUS DYNASTY”

  1. dani Says:

    saya bukan kristen kak, tapi sejujurnya sikap saling menghargai setiap perbedaan yg ada itu adalah baik adanya. semuanya yg ada itu unik dan jd warna hidup. hehe ngomong apa sih ini?

  2. Tulus Says:

    thats d point! akur sm kmu..
    slg menerima, menghargai, dan hdp berdampingan dgn menanggalkan atribut atau embel2 privat seseorang. Privacy ya privacy, sosialisasi ya sosialisasi, gitu!
    btw tulisan diatas merup. kesimpulan gw dr sudut pandang pribadi setelah meresensi isi buku tsb..dilihat dr cara pandang sy sbg kristen, jd mendudukkan nya dr konteks itu. Tidak berhubungan dgn sikap saya yg sgt menghargai perbedaan. Lam kenal yah ;)

  3. puji Says:

    Christian Indonesian Blogger Festival (CIBfest) 2008 telah melahirkan animo besar dalam blogosphere Kristiani Indonesia semenjak launching pada akhir Maret 2008. Animo besar dalam online event gathering yang bervisi-misi Menjadi Garam dan Terang Dalam Suara Baru Indonesia ini bertujuan menciptakan iklim nge-blog yang positif dan menebarkan kasih di dunia maya; sehingga lewat blog dapat menjadi media ekspresi baru yang mampu menyuarakan pikiran, pendapat, kreativitas dan perasaan para blogger Kristen Indonesia.

    CIBfest 2008 diselenggarakan oleh Jawaban.Com (www.jawaban.com) adalah divisi pelayanan media internet dari Cahaya Bagi Negeri (CBN) yang merupakan yayasan non-profit yang berfokus pada pelayanan media broadcasting.

    Jadi jangan lewatkan untuk menjadi bagian dari CIBfest 2008 ini, bergabunglah dan mari mengambil bagian untuk Menjadi Garam dan Terang Dalam Suara Baru Indonesia. Untuk bergabung silahkan langsung klik http://www.jawaban.com/news/cibfest/form.php

  4. RanteeBeerm Says:

    Hi!
    My name is Jessika!

  5. CIBfest Says:

    Hi…

    Ada info penting banget nih.. Tahun ini Jawaban.Com kembali mengadakan event gede-gedean untuk Para Bloger Kristen, yaitu Christian Indonesian Blogger Festival 2009 (CIBfest 2009). CIBfest kali ini bertema “Menjadi Jawaban Melalui Kreativitas Yang Berdampak”. Ada hadiah berupa uang tunai Rp. 15 Juta Rupiah untuk 3 orang pemenang.Pastikan kamu ikutan juga Writing Competitionnya, siapa tahu hasil tulisan kamu terpilih untuk dibukukan! Yupz, Jawaban.Com bekerjasama dengan PT. Elex Media Komputindo akan menerbitkan buku kumpulan karya finalis CIBfest. Kamu ingin ikut terlibat dalam event ini? Caranya gampang dan Gratis!!! Ayo buruan daftar!! Pendaftaran terakhir tgl 30 Agustus 2009 loh.. Jadi log on langsung ke http://www.cibfest.jawaban.com

    Di tunggu yaaa….. God Bless…

Leave a Reply