Archive for August, 2007

Apaan sih Merdeka?

Tuesday, August 21st, 2007

Ngutak-atik definisi, drpd repot, okay
dah aku ambil sari tulisan seorang sahabatku ttg kemerdekaan (Boleh
ya, Vis). Dia sih ngutip jg, mengambil dari pidato Roosevelt’s
Freedom
. Disini arti merdeka disarikan cukup bgs. Merdeka dibagi
dan diurutkan dr bawah biar terlihat yg didasar itu pondasi dr
atasnya.

M4. Merdeka utk beribadah (Freedom Of Worship
God
)
M3. Merdeka utk berpendapat (Freedom Of Speech And
Expression
)
M2. Merdeka dr ketakutan (Freedom Of Fear)
M1.
Merdeka dr kemiskinan atau kebutuhan (Freedom From Want)

M1
dan M2 merupakan masalah dasar kebebasan terutama di negara2
berkembang temasuk Indonesia, Afrika, dll.

Dua yg berikutnya
M3 dan M4 srg diteriakkan oleh negara2 maju namun pastinya 2 teratas
ini jelas memerlukan kedua dasar dibawahnya. Nggak mungkin kita
berekspresi kl perut msh lapar kan? Menyembah Tuhan pun begitu
(rasionalitas spirituil)

M1. Merdeka dari kemiskinan/kebutuhan
(Freedom From Want)

Merdeka dr keinginan dasar (makan
dan minum) atau kemiskinan merupakan dasar dr semua tingkat
kemerdekaan. Peran pemerintah atau negara tentu sj sgt ptg dlm hal
ini. Lah mana bs org berfikir jernih dan bekerja dgn serius kalau
perut lapar? Apa kita bs konsen bekerja kalau isteri terus ngomongin
"itu lo Pak mobil tetangga itu" masih mengganggu
otak, susah la yaw.

M1 ini bs saja memang hanya dilihat
hanya scr tradisional sebagai kemerdekaan dlm artian biologis makan
minum saja.  Tp bs jg dilihat scr lbh mendalam misalnya tipe org
yg kemaruk akan kekayaan materi shg dia jg nggak akan dpt optimum
mengekspresikan diri (M3) dgn bebas, Isn’t Rite? Merdeka M1
ini jg tidak hrs diartikan kemewahan materi yg akhirnya nampak
untouchable. Jadi mikirnya relatif sih mau tradisionil
(kebutuhan dasar) atau materialistis (tersier), kan sm saja intinya
jg kebutuhan. Gue sih juga yakin kalau hanya soal menyediakan sehari
makan 3 kali bukan sesuatu yg mustahil utk dilakukan pemerintah
manapun dlm kondisi perekekonomian apapun jg. Tinggal dirantang aja
kan beres. Harga sesuap nasi tentunya jauh sekali dr harga VLCC
(kasus pak Laks), maupun Sukhoi atau Lamborghini.

Tetapi
mengapa hal ini sering terjadi? Ya mungkin sj hal ini karena mental
penguasa negara dan pengusaha itu masih dapat memanfaatkan M1 saja
sdh cukup utk mengontrol kursi empuknya. Dan payahnya lg kelemahan
dlm hal kemerdekaan yg 1 ini masuk dlm level ekonomi manapun. Tragis
ya, hanya dgn iming2 gaji naik sj bersedia utk milih si anu secara
kasarnya hanya dgn iming2 makan "indomie" saja bs berubah
deh pilihan Cagubnya… Banyak bukan di Jakarta…sedih deh gua
Btw di kantor jg gitu, hanya demi sekian dolar sdh rela
mengorbankan idealismenya.

Gue masih ingat banget peraih hadiah
nobel eknomi Amartya Sen mengemukakan bahwsa masalah kemiskinan
bukanlah terletak pd tidak adanya yg akan dimakan, juga bukan masalah
pendanaan atau pengadaan makanan. Namun lebih banyak karena masalah
distribusi atau pemerataan.

Nah kalau kebutuhan dasar makan minum
wae masih belum terpenuhi ya tentunya kriminalitas akan tetap
merajalela. Bahkan yg lebih prihatin saat ini yg jahat kan lebih
“berani” ketimbang yg baik. Coba deh kalo ada pencurian, jambret,
atau perampokan selalu si penjahat tidak lagi takut2 wajahnya
dikenali. Nyopet zaman dulu itu sembunyi2, tapi zaman sekarang “sak
karape dewe”, nodong aja berani di  muka umum. Nah kalo yg
berkeliaran di gedung DPR mah biarin, itu emang tempat nda umum sih :)

  • Nah, apakah anda, saya, kita ini
    sudah merdeka dari M1 konvensional (makan dan minum)?

  • Apakah kita sudah memerdekakan
    diri dari M1 modern (harta kekayaan)?

M2 Merdeka dari rasa takut (Freeedom of
fear)

Merdeka dr ketakutan yg merupakan,
landasan kedua tentunya sangat penting dalam mengontrol. OK, sekali
lagi mengontrol. Dimana mengontrol ini menjadikan masyarakat
feodalis. Kalo mo makan ya sowan dulu, kalo perlu nunduk2 harus cium
kaki dulu… bahkan yg lazimnya ialah sungkan sm penguasa, takut sm
boss di kantor sehingga harus nyembah atau dlm kasus sederhana anak
buah harus membawakan tas atasannya, Haiaaaah….!

Seringkali M2 ini dipakai dlm berlogika
untuk memperoleh M1. Logika2 feodal misalnya, “La kalo mo makan
nyembah dulu”, “kalo mo naik pangkat ya sowan atasan dulu”…
etc etc.

Banyak sekali cara menakut-nakuti orgf.
Sampai2 polisi yg seharusnya menjadi tameng penjaga malah menjadi
kaya “memedi sawah” utk naku2in burung. Coba apa perasaan andfa
ketika melhat banyak polisi di pinggir jalan? Apakah merasa aman atau
merasa takut berarti ada sesuatu tyerjadi sehingga polisi berkumpul?

    Manage by feear” ini kerap
    jg ada di kantor. Sering terdengar bahwa sang supervisor bilang
    bahwa pak manager minta draft design atau laporan kauangannya
    mesti selesai hari ini, dan itu kita beritahukan ke bawahan kita.
    Dlm hal ini pak manager berkata biasa saja menanyakan kesiapannya,
    namun kita sebagai supervisor memberitahukan pak manager “marah”
    karena draftnya blm selesai. Dengan cara ini sengaja atau tidak kita
    menempatkan next level supervisor sebagai “memedi sawah” bagi
    anak buah.

Tidak mudah memperoleh kemerdakaan M2
ini. Masih banyak di antara negara2 berkembang yg memanfaatkan M2 ini
utk berkuasa. Tentunya kita jg harus dpt membedakan antara orang yg
berani dgn seseorang yg memiliki M2, karena keberanian berbeda dgn
kenekatan dlm bertindak.

M3 Merdeka berpendapat dan berekpresi
(Freedom of speeech and expression)

Di level ini arti kemerdekaan sudah
memasuki ruang publik dr ruang privat. Karena akan terjadi konflik
antara hak pribadi dgn hak publik. Gue ambil contoh kasus film yg
cukup kotroversial BCG (Buruan Cium Gue). Disini akan rumit
membedakan mana yg merupakan hak pribadi dan mana yg merupakan hak
publik, dan apakah hak publik telah menginfiltrasi hak privat. Anda
pun bebas berpendapat soal ini. Whatever u say lah…

Akhirnya yg muncul ialah relativitas.
Sesuatu menjadi benar dlm situasi dan kondisi serta waktu tertentu
untuk si anu. Ndak mungkin seseorang menjadi benar melulu dlm segala
situasi, dlm segala suasana dan dimana saja.

Nah bgmn mungkin seseorang bisa
mengekpresikan kemampuan dirinya secara optimum kalo M1 dan M2 nya
blm diperoleh. Seseorang akan berani mengeluarkan ide kalo saja M1
dan M2 bukan menjadi kendala baginya. Dan sekali lagi, memperoleh M1
tidak harus mewah dan memiliki M2 tidak harus berani nekat.

Yg cukup penting dalam hal ini ialah
ungkapan “Shoot the message not the messanger”. Serang
saja pendapatnya tapi jgn lukai orangnya.

M4 Merdeka dl beribadah (Freedom of
every peerson to worship God)

M4 ini merupakan the ultimate
freedom
. Beribadah di sini ndapat juga diartikan bebas
berhubungan dengan yg sifatnya transendental dan berupa
spiritualitas. Jd bebas dgn yg diper”Tuhankan”. Yg mudah adalah
kebebasan dlm menjalankan ibdh tanpa hrs diatur oleh negara.

Kalo gue sih paling seneng sm ungkapan
“bagiku agamku, bagimu agamamu” titik!

Yg sulit disini ialah bahwa kita hrs
mengerti bahwa hak kebebasan ini dimiliki oleh siapa saja. Dan
besarnya (magnitude) kebebasan ini sm persis antara saya,
Anda, dan dia serta mereka. Sm antara bakul jamu, tukang sapu,
presiden, pengusaha, supervisor, tukang becak maupun karyawan/bawahan
kita dimanapun adanya.

M3 dan M4 ini sering merupakan inti
dari visi misi LSM2 dukungan negara2 maju. M3 dan M4 ini diberikan
(dicekokin) ke LSM2 Indonesia. Nah coba bayangkan apa yg terjadi
seandainya org yg blm memiliki M1 dan M2 mau memperjuangkan M3 danM4?
Pasti deh, amburadul cape dech…maaf nich bukannya gue
anti sm LSM ya ;)


Konsep kemerdekaannya Roosevelt ini
tentu bukan satu2nya konsep merdeka yg harus diikuti, namun gue yakin
aja dapat dipakai seagai wacana bagi kita untuk dapat mengerti makan
sebuah kemerdakaan. Dan harapan gue sederhana sich, tentunya
kita tdk lg berpendapat bahwa kemerdekaan sbg “Kemerdekaan
anak2 kecil”
yg bebas ngompol dimana2. Kemerdekaan ternyata
bukan hal yg sederhana ya?


O ya, pesen temen gue (Davis) ini salah
satunya: “Jin halnya jika cuma ‘demi diriku’ atau ‘demi
keluargaku’
→ itu mah
sekarep-kare
ika kau mau memakai kata2 besar ‘demi
negara’, atau ‘demi bangsa’

berfikirlah dulu tentang artinya. La
p
ndasmu sempal ;)”
,
asal nggak ketangkap polis ya
 :p.

Salam
Merdeka!

running

Wednesday, August 15th, 2007
       

run
running all the time
running to the future
with you right by my side

me
I’m the one you chose
out of all the people
you wanted me the most
I’m so sorry that I’ve fallen
help me up, lets keep on running
don’t let me fall out of love

running, running
as fast as we can
I really hope you make it
(do you think we’ll make it?)
we’re running
keep holding my hand
it’s so we don’t get separated

be
be the one I need
be the one I trust most
don’t stop inspiring me
sometimes it’s hard to keep on running
we work so much to keep it going
don’t make me want to give up

Indonesia dan China Tak Perlu Bersitegang

Wednesday, August 8th, 2007

Pemerintah China melarang impor produk laut ( sea food ) dr Indonesia
menyusul tindakan kita menyoal produk permen n komestik dr negeri tirai
bambu itu yg diduga membahayakan kesehatan krna berformalin.
Meraka jg menyatakan alasan yg sama yakni produk laut kita diduga mengandung
racun dan bahan kimia berbahaya spt mercuri dan kadmium, logam serta
nitrofpural. Persoalannya, larangan itu terkesan mendadak dan belum didasarkan
atas hasil uji laboratorium. Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) merilis 39 produk makanan China yg berbahaya stlh uji laboratorium.

Jelas tindakan itu agak emosional dan reaktif belaka. Maka benar bila
Wapres Jusuf Kalla mengatakan China tdk fair krna blm ada proses
pembuktian. Lalu bagaimana sebaiknya kita? Tak perlu ada tindakan balasan
lg shga malah akan bs memperpanjang persoalan. Bagaimana pun ketegangan
spt ini tdk perlu tjd krna akan memperuncing keadaan dan menyulut
perang dagang. Kalau sdh spt itu mk kedua negara yg akan sama2 rugi. Langkah terbaik adlh segera melakukan pendekatan dan pembicaraan.
Dlm hal uji produk mk perlu ada tim independen atau pihak yg lbh
netral.

Kita hrs mendukung langkah tegas pemerintah utk melarang produk2
makanan dan obat-obatan dr luar negeri yg terbukti membahayakan masyarakat.
Sebenarnya tindakan China utk melindungi konsumen di sana terhadap kemungkinan
masuknya produk yg membayahakan jg merup. sesuatu yg wajar. Yg
jd masalah apakah sdh ada pembuktian? Sedangkan di Indonesia, produk2
membahayakan ditengarai sgt byk dan baru sedikit yg bs terdeteksi.
Apalagi negara kita srg dikenal sebagai ‘’sampah” atau tempat ”membuang”
produk2 yg tak laku di negara maju krna berbayaha.

Maka sebenarnya ini bkn hanya persoalan dgn China. Kalaupun kelak
ditemukan produk bermasalah dr negara lain maka BPOM hrs cpt bergerak
dan lgsng mengumumkan kpd masyarakat. Tindakan larangan impor pun
mjd sah stlh terbukti mengandung zat atau unsur2 yg bs
mengancam kesehatan. Boleh dikatakan pasar di negara kita bukan hanya sgt
besar dgn lebih 220 juta penduduk, melainkan jg relatif bebas dan longgar.
Masyarakat bkn hanya kurang paham melainkan jg srg tak menyadari
karena selain murah produk2 tsb jg dikemas dgn baik.

Sebaiknya segera ada pembicaraan antara kedua pemerintahan mumpung masalahnya
msh kecil. Msh jauh dr apa yg disebut dgn perang dagang karena
hanya menyangkut pelarangan atas impor suatu produk. Pelarangan impor wajar
asalkan tdk dilakukan scr mendadak karena hrs ada proses notifikasi
dan peringatan terlebih dahulu. Bagi Indonesia, negara yg bakal mjd
raksasa ekonomi dunia itu mjd tujuan ekspor nonmigas yg cukup besar
dgn nilai tdk kurang 5,5 miliar dolar AS tahun 2006. Tetapi pertumbuhan
impor melaju lbh pesat kendati scr absolut msh lebih kecil dibanding
ekspor.

Maka kita perlu berhati-hati melangkah. Pasang surut hubungan antarnegara
itu biasa. Asalkan tdk sampai menggoyahkan fundamennya. Rasanya blm
ada sesuatu yg mengkhawatirkan termasuk kita blm perlu memikirkan pengaduan
kepada World Trade Organization (WTO). Pd dasarnya kedua negara slng
membutuhkan dan pastilah masing2 berprinsip lbh baik bekerjasama
drpd bermusuhan. Tetapi kita jg mesti waspada karena bagaimana pun
dlm perdagangan internasional selalu dipenuhi trik2 bisnis yg tdk
selamanya positif. Apalagi China termasuk yg banyak membuat masalah dlm
hal ini.

Rumor: Ini Dadaku, Mana Dadamu!

Thursday, August 2nd, 2007

Tatkala gosip beredar bhw Presiden Bill Clinton melakukan perselingkuhan seksual dgn Monica Lewinsky, mahasiswi yg sdg magang di Gedung Putih, para pembantu dekat Clinton membantah mat2an. Presiden sendiri beserta istrinya, Hillary, kemudian dipaksa utk bersuara.

Namun, pd akhirnya sejarah menampilkan bukti telak ttg kebenaran gosip tsb. Kalau sj bangsa Amerika tdk memberikan apresiasi tinggi thd kinerja pemerintahan Clinton - khususnya di bdg ekonomi - Clinton hampir dipastikan dijatuhkan lwt mekanisme impeachment.

Gosip hakikatnya adalah kabar yg (a) blm pasti kebenarannya, sebab (b) sumbernya tdk jelas. Gosip dan rumor, sbnrnya, tdk berbeda byk maknanya. Bedanya, rumor masuk dlm khazanah politik; plus lbh serius substansinya. Gosip, grapevine, adalah "kabar-kabari" seputar kehidupan pribadi seseorang, terutama selebriti. Gordon Allport pada tahun 1950-an membuat teori ttg rumor yg cukup komprehensif. Tdk prnh dikatakan Allport’s theory on grapevine. Dlm kasus Bill Clinton, hubungannya dgn Monica, pd tahap awal, lbh tepat dikatakan rumor.

Di samping rumor dan gosip, dlm bahasa Indonesia dikenal pula istilah desas-desus (sas-sus). Esensi makna ketiga istilah itu, sesungguhnya, tdk berbeda. Hanya sj, desas-desus mempunyai konotasi "main-main", produk orang iseng. Biasanya, anggota masyarakat yg serius tdk menutup telinga rapat2 dgn sgl desas-desus. Tapi, kalau berhadapan dgn berita rumor, orang cenderung memasang telinga krna sifatnya yg serius itu.

Misalnya, semoga kita masih ingat, Senator John Tower (alm) bbrp tahun lalu nyaris terpilih sbg Menteri Pertahanan Amerika. Prakualifikasi, ia diakui piawai sebab lama mjd anggota sebuah Komite di Senat yg menangani masalah militer dan pertahanan. Namun, menjelang dengar pendapat dgn Senat, beredar rumor bhw Tower semasa muda trmsk tipe womanizing, di samping suka minum. Ia kemudian dicecer oleh Senat. Sebelum Senat mengambil keputusan, tiba2 muncul seorang perempuan yg mengaku pernah dilecehkan (secara seksual) ketika berada di dalam lift berdua dgn Tower.

Dipelajari

Dari 2 contoh di atas kita dpt mengetahui bhw rumor mjd fact manakala ada bukti kuat yg menopang kebenaran kabar yg semula berstatus rumor itu. Selama bukti tdk bs diperlihatkan scr terbuka, rumor akan terus berstatus rumor. Maka, utk membunuh rumor, caranya pun cm satu: paparkan fakta bhw rumor itu sesungguhnya tdk benar dan fitnah belaka.

Dlm ilmu komunikasi, rumor dipelajari secara serius lho. Byk sekali penelitian dan buku ttg rumor yg ditulis oleh pr ahli komunikasi. Semua selalu merujuk hasil penelitian Allport. Ini pertanda bahwa rumor memang salah satu bentuk (form) komunikasi yg lazim dipakai oleh siapa sj dlm poses komunikasi.

Dlm perang urat-saraf, rumor dipakai sgt luas terutama utk menghancurkan moral lawan. Dlm politik, rumor kerap mjd senjata ampuh utk pembunuhan karakter. Seperti kita ketahui, pemimpin -apalagi pemimpin bangsa- dituntut memiliki karakter yg baik. Memang konsep "baik" terbuka bg perdebatan yg tiada kunjung selesai sjk zaman Plato sampai skrg. Namun toh, manusia di jagat ini umumnya sependapat bhw seseorang yg mempunyai "hobi" main perempuan atau tdk setia (dlm aspek seksual) pd pasangan hidupnya tidaklah pantas mjd pemimpin.

Logikanya sederhana sekali: Jk sbg kepala keluarga sj Anda tdk mampu, bagaimana Anda bs mjd kepala negara atau pemimpin bangsa?!

Tp, knp rumor bs berkembang, bhkn meluas? Allport menjelaskan mengapa rumor tumbuh subur. Pertama, ada permasalahan penting. Kedua, ambiguitas/remang2. Ketiga, situasi itu menciptakan kondisi cemas (anxiety). Semakin besar bobot permasalahan, semakin tinggi tkt ambiguitas seputar persoalan itu dan semakin kuat rasa cemas yg menjalari masyarakat, penyebarluasan rumor pun akan semakin cepat dan luas.

Tujuan

Dgn ikut menyebarluaskan rumor -baik sadar/sengaja maupun tdk sadar/tdk sengaja- rasa cemas kita mjd turun. Rumor jg bertujuan utk memperjelas fragmentasi informasi. Namun, rumor terutama berfungsi utk mengorganisir anggota kelompok atau organisasi, termasuk orang luar, dlm sebuah koalisi. Yg umumnya sih ini.

Tujuan keempat rumor adlh utk menunjukkan status atau kekuasaan si pengirim. Jargon "que sera, sera", berlaku di sini. Oleh sebab itu, tdk sedikit ahli komunikasi yg sanggup menohok seseorang lewat jalur rumor dgn beberapa persyaratan yg ketat.

Akhir kata dari singkat ini, saya ingin mengajak kini saatnya kita bertanya: Apa sesungguhnya motivasi Zaenal Ma’arif yg sekonyong-konyong menyebarkan rumor seputar kehidupan pribadi Presiden Yudhoyono? Jk ditanya, ia pasti akan menjawab: "Saya cuma minta klarifikasi. Saya punya data. Dan saya mau tahu apa benar data yang saya miliki itu".

Logika itu dipinjam dr pelempar isu tempo hari yg menuding bahwa anak SBY dan beberapa pembantu dekatnya menerima mobil Jaguar dr seorang pengusaha kaya. Tentu, logika ini lemah. Anda seperti lempar batu sembunyi tangan.

Upaya SBY melaporkan Zaenal ke polisi ialah langkah tepat. Krna substansi rumor yg dituduhkan Zaenal tergolong amat serius, mk persoalannya hrs diselesaikan scr tuntas; tdk blh setengah2. Tdk blh misalnya jk Zaenal minta maaf scr terbuka, SBY serta-merta menerima maaf nya, lalu menyatakan the case is closed.

Ini yg kerap dilakukan oleh Gus Dur. Dr sudut pandang teori rumor, penyelesaian spt ini sgt buruk, sebab hanya bersifat temporer. Pd suatu saat nanti, rumor td pasti akan berseliweran lg.

Tp, dlm negara hukum, biarlah hukum jg yg bertakhta. Maka, hak2 hukum Zaenal Ma’arif hrs kita hormati pula. Dua pihak yg bersengketa hrs bs memaparkan bukti2 sah di muka pengadilan. Dan mmg rumor hny bs dihancurkan dgn paparan fakta dan bukti scr terbuka. Apa yg srg diucapkan Bung Karno -"Ini dadaku, mana dadamu?!"– mjd resep plg jitu utk melenyapkan rumor.

Penulis adalah Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia (FE) Univ.Mulawarman