Archive for September, 2007

Kritik Sekadar Tebar Pesona

Tuesday, September 11th, 2007

Gregetan gw. Sudah jd budaya rupanya (ato penyakit ya?) bahwa mengkritik ternyata lbh gampang dibandingkan mengerjakan sendiri sebuah tugas hingga selesai. Mungkin ini jg menjadi ciri masyarakat dan pemimpin Indonesia shgga bangsa ini nyaris tdk bs keluar dr krisis yg berkepanjangan. Jagonya cuma saling kritik, protes dan menertawakan merupakan hal yg wajar sbg oposisi dlm demokrasi dan sepanjang menyinggung hal2 yg substansial untuk membangun bangsa. Lebih bagus jk kritikan disampaikan phk yg berada pd sisi obyektif dan bukan yg prnh atau msh menjadi bagian dr sistem. Haiaah.

Ini jelas banget jd salah satu sisi yg terlihat dr Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PDI Perjuangan. Dengan suara lantang dan terkesan mengejek, Ketua Umum PDI-P yg jg mantan Presiden ini mengkritik apa yg dicapai pemimpin bangsa skrg, tepatnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Dengan gaya masing2, Presiden Yudhoyono dan Wapres Kalla menanggapi kritik tsb dan berupaya membela diri.

Objektif aja nih ya, gw rasa sjk masa Megawati, bahkan jauh sebelum nya, hingga saat ini pun tdk ada perubahan berarti kok. Benarkah Megawati dan jajarannya berniat memajukan bangsa ini, apalagi dalam tingkat operasional kader PDIP menyumbangkan 12 gubernur, 4 wakil gubernur, 24 bupati, 46 wakil bupati, 12 walikota dan 4 wakil walikota. Kita lihat saja buktinya bagaimana. Walaupun di sisi lain, apa yg disampaikan Megawati terkait kedaulatan dan kepercayaan diri bangsa yg merosot, menurut gw mmg hrs diterima sbg sebuah kenyataan.

Saat ini Indonesia benar2 berada dlm bayang2 kedaulatan bangsa lain. Bahkan, lbh pantas jk kita sebenarnya telah dijajah dr segala sisi. Ya, ada benarnya jg jka Indonesia hrs dipimpin oleh pemimpin seperti Soekarno, tapi kan masalahnya adakah yg msh mewarisi nilai dan semangat Soekarno itu?

Keterpurukan dan kemunduran bangsa kita ialah kontribusi semua pemimpin bangsa. Siapapun pemimpinnya, mereka menjadi bagian yg menambah penderitaan rakyat saat ini. Isn’t right? Untuk itu, kritik sekadar menebar pesona hanya sebuah siklus yang dimainkan pemimpin bangsa untuk menarik dukungan rakyat menjelang perebutan kekuasaan. Itulah kritik tanpa solusi yg selalu berulang setiap lima tahun.

Tentu sayang sekali, jk sebuah forum seperti Rakernas II dan Rakornas PDIP ternyata tdk menyiapkan solusi alternatif atas persoalan bangsa. Pamer kekuatan dan konsolidasi partai hanya sebatas mencari pertautan dan pasangan politik merebut kekuasaan. Namum gw jg tidak mengingkari, pola2 spt itu adalah sebuah kewajaran dlm politik, tetapi harusnya diimbangi dong dgn kontribusi yg membangun. Serta sah2 jg jika forum bergengsi itu hanya utk memastikan Megawati sbg calon presiden (capres) pd Pemilu 2009. Tinggal mencari siapa yg akan menjadi pendampingnya agar terwujud ide besar sbg pemimpin yg memberi solusi kpd bangsa ini. Harapan kita sih begitu.

Alhasil melalui hasil forum besar ini lah, mesin partai pun mulai bekerja dgn sebuah laboratorium konsolidasi lebih dari 15.000 kader PDI-P yg berkumpul di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ya harapan gw sebagai rakyat sih nggak muluk2, yaitu semoga Rakernas II dan Rakornas PDIP tidak lg hanya skdr mengambil hati rakyat tanpa arahan operasional dan kontekstual. Demikian jg agar cita2 besar tdk lg hanya mengulang kembali lagu… "janji setinggi langit tetapi hasilnya setinggi bukit…." (uraian nya Bu Mega yg kata SBY mirip lagu, hehe). Mudah-mudahan siklus harapan itu tdk terus-terusan berputar dan berulang, tetapi rakyat tetap menderita. Pemimpin boleh sj mengumbar janji dan slg kritik, tetapi rakyat perlu lbh jeli melihat komitmen tsb. Ada saatnya rakyat bosan dan tdk peduli dgn janji2 tsb.

Reflection

Monday, September 3rd, 2007

Sering kalo Ultah saya menulis bbrp catatan. Begitupun ultah yg
kemarin. Ultah adl hari yg tepat utk kita bs reflect back on what we
have been doing for the past one year, right?
Jadi aku ngecheck, apakah
aku udah berbuat banyak tahun ini. Biasanya setiap tahun aku buat
sedikit perjanjian dengan diri sendiri, "Saya Tulus Silalahi mulai hari
ini akan berikrar bla bla bla…"
, ya kira2 begitulah bunyinya. Dan
setiap komitmen2 yg baru bisa dikur pd hari aku ultah kembali. So I
have 1 year to correct my self n’ make a better man
. Nah, pas ultah
kemarin, aku sadar bhw hal2 yg banyak aku ingin ubah, ternyata
dampaknya nggak terlalu banyak, alias nggak berubah-ubah juga tuh.
Namun gitu aku senang juga karena ternyata di beberapa sisi kecil ada
jg perubahan didalam diriku. Memang harus begitu, kan, hidup ini
dinamis bukan statis. Jadi setiap hari, hendaknya kita terus kepengen
utk menjadi org yg lebih baik dari hari yg sebelumnya. Camkan! Life is
about t’ choice we make in our daily lives. What you choose to do today
will effect your future, ok!

Banyak anak muda bertanya, apa si rencana Tuhan dlm kehidupan mereka?
Bahkan bny yg kuatir akan masa depannya. Waktu aku masih lebih muda
(haha…masih 26, ah!), aku sering mikir "Tuhan, aku mau jadi apa 5 th
dari sekarang atau 10 th dari sekarang?"
Andai aku bisa melihat masa
depanku, gambar apa yg akan terlihat? Apa si kata Tuhan ttg masa depan
kita? (Efesus 3:20)!

Ini bukan cuma dalam hal materi lo, namun lebih lagi dalam hal2 kerajan
Allah; Kasih, sukacita, damai sejahtera, dll. Hmm begitu juga waktu
memulai kuliah dulu, aku dengar jelas Tuhan jg janji begitu. Percaya
sama janji Tuhan, minta tolong sama Tuhan, andalkan Tuhan, boleh takut
tapi kasih tau Tuhan…intinya jaga hubungan baik dgn Tuhan, masa depan
pasti gilang gemilang. AKu yakin itu.

Satu lagi! Pilihan yg kupilih hari ini, atau apa yg kukerjakan  hari
ini akan membawa dampak pd masa depanku. Tiap pilihan lho…(Kayak
milih fakultas dulu juga, hehe). Ekonomi kan mau nya jd ekonom, FK jd
dokter. Berarti kalo aku membuat pilihan yg buruk, hasilnya akan buruk
pula. Malas belajar ya IP nya jelek. Bolos kerja, bisa dapat surat
teguran, kan gitu? Tapi sebaliknya. Setiap kali aku memilih dan
melakukan yg benar, masa depanku juga akan baik, dipengaruhi oleh apa
yg aku pilih hari ini. Ini prinsip Alkitab! Apa yg kau tabur akan kau
tuai! Mungkin ada orang yg bilang "Masa depanku ditangan Tuhan" dan itu
ialah kalimat yg benar! Namun banyak anak2 muda yg mengambil kalimat
itu utk tidak berbuat apa2 dgn hidup mereka. Mikirnya, toh Tuhan akan
merawat dan menjaga kita? Lalu malas2an dan tdk mengembangkan kapasitas
atau talenta yg ada didirinya. Camkan! Meski masa depan ditangan Tuhan,
namun kita tetap harus mengerjakan keselamatan kita (Filipi 2:12). Apa
yg sudah kita capai hari ini (dan yakinlah ini hanyapermulaan dari
keseluruhan rencana Tuhan dalam hidup kita!), adalah hasil dari apa yg
kita tabur sejak dulu. Ex: Masuk kuliah karena ikut SPMB kan? Karena
dulu SMU kan? Coba gak sekolah, gak belajar, ya mana bisa! So, kalau
kita ingin menggapai sukses di masa depan, then you better start from
today! Comon!

Hmm ada banyak orang yg sering kita dengar sudah kehilangan harapan
terhadap generasi ini. Mereka bilang bahwa generasi kita sudah hancur
dan bejat. Memang, menurut statistik, generasi kita saat ini sedang
hidup dizaman yg benar2 hancur. Aborsi, narkoba, free sex, hamil luar
nikah, semua meningkat tahun demi tahun. Namun kita jangan memfokuskan
mata ke hal2 yg negatif saja donk! Lihat sekeliling kita, saat ini kita
sdg hidup di zaman yg sangat exiting! Dengan kemajuan teknologi yg luar
biasa dan mengglobal, kita bisa menjangkau orang2 dimanapun dgn
teknologi internet, satelit maupun digital. Sudah saatnya kita
mengambil posisi kita sebagai anak2Nya dan ahli waris Nya yg berada di
posisi terdepan dlm segala bidang!! Dgn Tuhan di pihak kita, kita bisa
menggapai masa depan kita dengan mengerjakan yg terbaik dari kehidupan
kita, dengan itu kita membawa dampak bagi keluarga kita, bagi kota dan
bangsa kita, serta bagi dunia! Believe that! Tapi pilihannya up to U!
You can choose not for anything or you can choose to do something untuk
kerajaan Nya!


Well
, di ultah ini aku berharap dari sekian banyak yg sudah aku lakukan selama ini, yakinlah bahwa masih ada lebih banyak lagi yg bisa aku lakukan bersama Tuhan di tahun yg akan datang. Yukz bersemangat! Mari kita sama2 mengerjakan keselamatan kita dan melebarkan kapasitas kita. Don’t look back at your past, and don’t wory to much about your future! Lakukan yg terbaik utk hari ini dan itu akan membawa dampak yg luar biasa bg masa depan kita. Amin!